Akui Temukan Perubahan Spek

Ke Kejari, Iwan ‘Diantama’ Usung Juknis Kemenhub

MAGETAN- Indikasi kecurangan dalam proses tenderisasi lima titik traffic light di Magetan kian benderang. Itu setelah Direktur Utama PT Diantama Energy Prima Iwan Susanto membeber sejumlah temuan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan.

Kemarin (30/1), untuk kali kedua iwan mendatangi lembaga Adyaksa itu sembari membawa setumpuk berkas. “saya sengaja serahkan bukti buku petunjuk teknis dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Dari juknis ini, kejari seharusnya bisa menelisik apakah ada yang menyimpang atau tidak spek yang digunakan rekanan pemenang tender di lima titik di Magetan itu,” kata Iwan.

Iwan menuding pihak pelaksana tenderisasi tersebut sembrono dalam menyelenggarakan proses tender tersebut. Apalagi, pihaknya menemukan adanya perubahan spek setelah dilakukan retender. “Kalau mau menelisik, ada gerangan kok muncul perubahan spek setelah retender ? “, katanya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Sensasi Beda Soto Kikil tanpa Santan

NGARIBOYO- Soto kikil sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Magetan. Namun, berbeda jika soto kikil tanpa menggunakan santan. Menu tersebut ada di salah satunya warung soto kikil di Dusun Dakutah, Desa Sumberdukun, Ngariboyo yang diklaim merupakan makanan khas desa tersebut. “Kalau pakai santan rasanya eneg dan berpengaruh pada kolesterol,” kata Riski Anggara, salah seorang pengunjung, kemarin (29/1)

Pemuda 22 tahun ini mengaku sudah setahun terakhir ini menjadi penikmat kuliner kenyal kenyil itu. Menurutnya, bumbu yang khas ditambah hidangan soto yang disuguhkan saat masih hangat memberi sensasi tersendiri. Dan sebagai penutup, segelas air jeruk hangat bisa sebagai penawar koleterol agar tetp stabil. “Kombinasi yang klop dan saya tidak pernah bermasalah dengan kolesterol. Semua baik-baik saja,” ungkapnya.

Baca lebih lanjut

Rekrutmen Polwan Sepi Peminat

KOTA– Minat wanita di Magetan untuk menjadi anggota polisi ternyata minim. Buktinya, dari jumlah pendaftaran calon Brigadir Polisi tahun 2012 di Mapolres Magetan hingga penutupan pendaftaran pada (28/1) hanya diikuti delapan orang. Dari jumlah tersebut tiga diantaranya tidak lolos seleksi awal karena tinggi badannya dibawah 160 sentimeter.

“Dari delapan pendaftar yang maju seleksi selanjutnya hanya lima orang,” kata kabag Humas Polres Magetan, AKP Puryono, kemarin (29/1).

Dijelaskan, minimnya kuota untuk menjadi polisi wanita (polwan) itu membuat sejumlah kaum hawa pesimistis. Ini untuk seleksi di tingkat Jatim maksimal 25 orang yang bakal diterima. Sedangkan pendaftar jika diakumulasikan dari 37 kabupaten/kota di Jatim jumlahnya lebih besar. Disamping itu, persyaratan yang cukup rumit untuk dipenuhi juga menjadi faktor utama.

Baca lebih lanjut

Plafon Terminal Terancam Runtuh

KOTA – Satu-persatu fasilitas publik di Magetan mulai rapuk di gerogoti usia. Seperti yang terlihat di ruang tunggu terminal Magetan. Di terminal tersebut di temukan banyak plafon yang bolong. Sedangkan di bagian lain, plafon yang lainnya sudah menyingkap. Bukan hanya itu, kayu kasau sebagai penyangga kayu itu juga kondisinya lapuk. Pengunjung pun was-was atap itu ambrol saat musim hujan disertai angin yang melanda Magetan hingga beberapa pekan ke depan. “Kalau mendung seperti ini suka deg-degan, kalau ambrol gimana? Apalagi pas nunggu bus gak dateng-dateng,” kata Ny Kusnadi, warga Plosotinil, Panekan, kemarin (29/1)

Senada di ungkapkan Susilo, salah seorang penumpang. Dia mengaku tidak nyaman dengan kondisi itu. Apalagi kalau hujan, ruang tunggu itu sering bocor dan airnya kerap membanjiri lantai. Kondisi itu, lanjutnya harus disikapi serius oleh pemerintah setempat. Ini karena banyak penumpang yang ogah menunggu di dalam terminal-terminal karena ketidaknyamanan itu. Baca lebih lanjut

Tiga Ambulans RSUD Mangkrak

Bakal Dilego Karena AC-nya Rusak

KOTA – Pelayanan diĀ  RSUD dr Sayidiman Magetan dikeluhkan. Pasalnya, tiga dari enam ambulans yang ada sekarang ini dalam kondisi rusak. Itu yang menyebabkan pasien harus menunggu berjam-jam untuk di rujuk ke rumah sakit lain. “Masak orang sakit disuruh menunggu karena sopirnya sedang menghantar pasien lain. Padahal ambulansnya banyak yang parkir,” kata salah seorang keluarga yang enggan di sebutkan namanya.

Namun, dari enam ambulans yang ada di rumah sakit plat merah tersebut ternyata hanya tiga yang bisa digunakan. Sedangkan tiga lainnya dalam kondisi mangkrak. Dua ambulans keluaran tahun 2001 rusa pendinginnya (AC, Red). Sedangkan satu ambulans Mitsubishi L300 tidak bisa digunakan karena usianya yang sudah uzur. Hal itu pula yang mendesak manajemen RSUD untuk melego tiga ambulans tersebut. “Gimana mau di perbaikin? Biayanya banyak dan suku cadangnya sulit. Itu sebabnya kami usulkan untuk dilego,” kata Plt Dirut RSUD dr Sayidiman Magetan. Ehud Al-lawy, kemarin (29/1). Baca lebih lanjut

Bikin Melek Informasi

MAGETAN – Informasi dari media cetak dinilai berperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Magetan Bambang Trianto memberikan apresiasi tinggi pada keberadaan koran, termasuk Radar Magetan.

Dia pun mengimbau seluruh sekolah di 18 UPTD se-Magetan untuk berlangganan koran, terutama Jawa Pos. “Saya rasa bagi sekolah, berlangganan koran memiliki tingkat urgensitas tinggi agar melek informasi,” ujar Bambang kemarin (25/1).

Dia meyakini, apabila seluruh sekolah berlangganan koran, berbagai informasi berikut sosialisasi yang dilakukan pihaknya bisa langsung mengena sasaran. “Untuk itu kami imbau kepada seluruh sekolah untuk langganan koran seperti Jawa Pos. Tapi, prinsip kami tidak memaksa. Namun setidaknya hal itu memang untuk kebutuhan dan kemajuan bersama,” kata Bambang. Baca lebih lanjut

Kejari Panggil Iwan ‘Diantama’

Telusuri Dugaan Penyimpangan Tenderisasi Bangjo

MAGETAN – Pencopotan displai traffic light di perempatan gorang-gareng, Kawedanan pekan lalu, ternyata berbuntut panjang. Iwan Susanto, Direktur utama PT Diantama Energy Prima Madiun yang mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan dalam proses tenderisasi sejumlah proyek lampu bangjo di Magetan di respons kejaksaan negeri (kejari) setempat.

Kemarin (26/1), Iwan memenuhi panggilan kejari untuk dimintai keterangan terkait tenderisasi bangjo tersebut. “Dan memang itu fakta jika beberapa titik lampu bangjo di Magetan itu tidak sesuai spek. Proses tendernya juga karut marut,” ujar Iwan Susanto, usai di periksa Kejari Magetan. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: