Wow, Kendaraan Mangkrak Capai Ratusan

Tiap Tahun Tetap Bayar Pajak

MAGETAN – Aset Pemkab Magetan ternyata tak hanya tiga ambulans RSUD dr Sayidiman. Di beberapa instansi lain juga ditemukan inventaris yang kondisinya mirip barang rongsokan. Di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga berencana (BPPKB), misalnya, terdapat ratusan sepeda motor yang mangkrak. Sebagian masih bisa digunakan, namun kondisinya sudah tak layak pakai.

Informasi yang dihimpun, motor inventaris butut milik BPPKB totalnya mencapai 180 unit. Motor bermesin pembakaran dua tak 100 cc itu terdiri Yamaha Alfa buatan tahun 1990 dan Suzuki RC Bravo keluaran 2000. Lantaran kondisinya sudah tak layak pakai, kadang peruntukannya tak sesuai dengan tugas kerja.

Kondisi itu diperparah dengan onderdil motor yang sudah mulai rusak, copot bautnya, hingga besinya yang mulai berkarat.Puluhan motor itu juga diparkir di garasi BPPKB itu juga menyebabkan lahan parkir instansi tersebut kian menyempit.

“Ya inginnya kendaraan ini segera dilego karena staf lain sedah mendapat inventaris baru yakni Suzuki Shogun 125 cc,” kata salah seorang staf di BPPKB, kemarin (31/1)

Aset mangkrak di institusi Pemkab Magetan ternyata tak luput pula dari pantauan komisi C DPRD setempat. Catatan komisi ini, di Dinas Kesehatan, misalnya, ternyata 74 unit kendaraan roda dua yang ndhongkrok. Motor-motor itu tahun pembuatannya di kisaran tahun 1991 hingga 1997.

Selain itu, mobil jenis ambulans sebanyak 16 unit, dengan tahun pembuatan 1981 hingga 1988. Seluruhnya tersebar di beberapa puskesmas dan kantor Dinkes sendiri.

“Di RSUD itu sebenarnya tak tiga ambulans yang mangkrak. Ada pula jip Toyota yang mangkrak. Itu baru kendaraan, belum mesin-mesin lainnya. Kondisi serupa juga banyak ditemukan di satker lainnya,” kata Sri Ratna Widjajati, anggota komisi C DPRD Magetan.

Padahal lanjut dia, kendaraan plat merah itu setiap tahun harus menyetor pajak.

“Kami dikomisi sudah berulang kali meminta supaya ada pengelolaan aset yang baik. tapi kenyataannya masih banyak barang rongsokan plat merah di Magetan,” geramnya.

Banyaknya kendaraan milik pemkab yang mangkrak, menurutnya, mengindikasikan  pengelolaan aset yang terkesan asal-asalan.

“Ya begitulah kenyataannya. Uang Pemkab memang tidak banyak, sedangkan belanja terbatas dan jauh dari kebutuhan. Sementara aset tersebut sepertinya tidak dikelola dengan baik,” kata politisi perempuan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) ini.

Sementara itu, Kepala Dinkes Magetan dr Harry Susanto tak menampik jika ada belasan kendaraan mangkrak terparkir di kantornya. Diakuinya pula, setiap tahun, motor butut tetap dikenai pajak yang dananya diambil dari APBD. “Sementara pajak yang masih aktif. Yang bayar ya pemerintah. Sebenarnya kami sudah berulangkali mengajukan pelelangan atatu di-dem. Namun sampai saat ini belum turun kebijakan dem-deman itu,” kata Harry.

Belasan kendaraan butut di kantornya itu, lanjut harry, awalnya merupakan inventaris untuk staf di puskesmas-puskesmas. Namun, lantaran kondisinya tak laik jalan, akhirnya di tarik. “Yang terang kami masih menunggu kebijakan pemerintah. Dan tentunya itu tidak hanya di kami saja (Dinkse, Red). Tetapi juga di instansi-instansi lainnya yang tidak bisa kami buat kebijakan-kebijakannya. Kami juga tak mungkin mengeluarkan taksiran harga lelang,” tuturnya. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: