“Harus Berinovasi dan Improvisasi”

MAGETAN – Pembangunan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) menuntut efisiensi penggunaan jam terbang. Apalagi, kini ada pembatasan BBM, Hal itu diungkapkan Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Ismono Wijayanto saat membuka Rekernis Koopsau II di Lanud Iswahjudi, kemarin (30/1).

Menurut pangkoopsau II, efisiensi penggunaan jam terbang di prioritaskan pada “kepentingan operasi” dan maintaining skill para awak pesawat. “Oleh karena itu, para komandan satuan jajaran, terutama yang ada skadron udaranya, harus berinovasi dan berimprovisasi untuk mengambil langkah konkret,” tuturnya.

Dengan langkah konkret itu diharapkan keterbatasan alokasi jam terbang tidak mempengaruhi kemampuan awak pesawat dan misi penerbangan tak terganggu. “Tetap terlaksana dengan lancar, aman dan selamat, serta tercapainya zero accident,” ungkapnya.

Sementara itu di bidang personel, kata dia, kendala yang dihadapi belum terpenuhi kebutuhan secara ideal. “Sehingga banyak jabatan-jabatan tertentu belum terawaki sesuai  kepangkatan dan kualifikasi. Namun demikian, kita harus optimistos dan tetap melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik,” ujarnya. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: