Aspal Ready, Denda Tetap Menanti

MAGETAN – Setelah dikabarkan belum mendapat stok aspal dari PT Pertamina awal bulan lalu, ternyata hingga kemarin (23/1) sejumlah proyek pelebaran jalan dari dana percepatan infrastruktur daerah (DPID) juga belum ada tanda-tanda diaspal. Padahal, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat sudah memberikan informasi jika stok aspal tersebut saat ini sudah ready. ‘’Sebagian proyek sudah mulai ada yang diaspal. Artinya stok aspal memang sudah ada,’’ kata Kabid Jalan dan Jembatan DPU Magetan Sutikno, kemarin (23/1).

Sejauh pantauannya, Sutikno mengaku jika dari beberapa titik yang masih belum ada tanda-tanda diaspal adalah Jalan Ngariboyo-Parang (CV Lima R, nilai kontrak di kisaran Rp 238 juta), proyek jalan Sukomoro-Kentangan (CV Permata, kisaran Rp 900 juta), IKK Poncol (CV Mahesa, kisaran Rp 286 ribu), dan jalan Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati (CV Sari Bumi, kisaran Rp 171 juta).

Juga Jalan Maospati-Karangsono (CV Sumbersari, nilai kontrak di kisaran Rp 524 juta), dan jalan Desa Sempol (CV Karya Mandiri, kisaran Rp 190 juta). Sedangkan proyek lainnya, seperti di jalan Ki Hajar Dewantoro kota (CV Brawijaya Putra, kisaran Rp 310 juta), kemarin sudah mulai dipoles aspal. ‘’Kami sebenarnya juga sudah ngoprak-oprak rekanan untuk segera mengaspal jalan itu,’’ tegasnya.

Entah akan sampai kapan, yang terang, Sutikno menegaskan jika hal itu memang murni berada dalam tanggungjawab rekanan. Apalagi, sejumlah proyek yang telat aspal itu juga terkesan mbalelo. Pasalnya, dari total 49 titik proyek DPID, hanya di sejumlah titik itu yang ngaret. ‘’Untuk pengaspalan di Jalan Ki Hajar Dewantoro, rekannya satu AMP (Asphalt Mixer Plant) atau instalasi pengolah aspal dengan proyek di Jalan Kelurahan Kraton, Maospati. Mungkin besok (hari ini, Red) pengaspalan di Kraton akan dimulai,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, Sutikno juga tetap menegaskan jika pihaknya tetap memberlakukan sistem denda bagi rekanan yang molor itu. Bahkan, saat ini billing denda itu dipastikannya sudah berjalan. Pasalnya, meski kondisi pekerjaannya sudah dipastikan nyaris sempurna, tapi belum bisa dikatakan selesai sebelum dipoles aspal tersebut. ‘’Ya tetap kami berlakukan sistem denda. Dan saat ini billing denda sudah berjalan,’’ tegas Sutikno.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dari total 49 proyek DPID di Magetan, tujuh di antaranya dipastikan molor. Kemoloran itu disebabkan keterlambatan aspal serta saling bergantian penggunaan AMP. Celakanya, dengan kondisi proyek yang tak kunjung diaspal itu, lapisan atas pelebaran jalan itu sudah mulai rusak. Seperti di Kecamatan Ngariboyo misalnya. Sisi kiri atau kanan jalan garapan CV Lima R senilai Rp 238 juta itu sudah mulai berkubang lumpur. Warga juga harus ekstrahati-hati ketika melintas di jalan arah Kecamatan Parang itu. (wka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: