Belum Punya BPBD, Konsentrasi Pasca Bencana

Tim Tanggap Bencana Sebatas Tunggu Bola

 

MAGETAN – Munculnya beberapa ancaman bencana alam, ternyata tak menjadikan Pemkab Magetan ngeh. Apalagi, saat ini instansi khusus yang menangani bencana juga belum bisa terpusat. Yang ada, adalah tim satuan pelaksana (Saklak) yang dinaungi Bakesbangpolinmas serta tim untuk penggulangan bencana dan penyelamatan korban di bawah naungan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).

Walhasil, kondisi tersebut tak menjadikan Magetan memiliki satu tim khusus yang menangani terkait bencana. Termasuk anggaran persiapan berikut fasilitas tetap yang ada dan siap digunakan setiap saat. ‘’Adanya bantuan dan back up fasilitas, utamanya dari tingkat kabupaten, provinsi atau pusat itu biasanya pascabencana,’’ kata Sudjito, kabid Pemberdayaan dan Bantuan Sosial Dinsosnakertrans Magetan, kemarin (19/1).

Memang, kata dia, meski hanya terkonsentrasi pada pasca bencana, sejauh ini fasilitas tersebut dirasa masih cukup mengatasi berbagai bentuk penanggulangan yang ada di Magetan. Dia juga menjelaskan, untuk alokasi anggaran di tingkat APBD, disiapkan sebesar Rp 75 juta per tahun. Nominal itupun, apabila terdapat sisa, harus dikembalikan kepada kas daerah.

Sejauh ini, ditambahkannya, fungsi beberapa elemen di tingkat kabupaten adalah sinergi antarinstansi apabila terjadi bencana. Sedangkan bantuan dari APBD Provinsi dalam bentuk bantuan materiil pasca bencana terjadi. ‘’Untuk tim khusus, sebenarnya kami sudah punya Tagana. Anggaran operasionalnya hanya Rp 25 juta per tahun. Personilnya dulu 54 orang, tetapi saat ini menyusut hingga hanya 43 orang,’’ ungkapnya.

Disinggung mengenai fasilitas yang dimiliki para Tagana tersebut, Sudjito mengungkapkan jika saat ini tim tersebut sudah memiliki sejumlah fasilitas. Entah layak atau tidak, yang terang tim tersebut dibekali dengan beberapa sarana. Seperti tenda pleton, dapur umum lapangan hingga pelampung. Namun, secara tersirat, Sudjito mengungkapkan jika seluruh fasilitas tersebut harus tetap di-back up pihak provinsi apabila terjadi bencana dalam skala besar. ‘’Apabila terjadi bencana dalam skala besar, fasilitas di provinsi cukup memadai. Dan sudah kami pastikan bisa digunakan setiap saat,’’ terangnya.

Disinggung mengenai peta bencana di Magetan, Sudjito mengurai beberapa bencana di Magetan sejauh ini masih belum menunjukkan tanda-tanda besar. Seperti di Kecamatan Poncol yang berpotensi besar terkena longsor. Serta di Kartoharjo yang memiliki potensi banjir akibat luapan aliran sungai Bengawan Solo. Termasuk beberapa potensi angin puting beliung. ‘’Sejauh ini kami bersifat antisipatif, sifatnya imbauan saja. Dan semua pergerakan itu dilakukan pasca bencana. Meski, dalam setiap hari kami menyiagakan penuh fungsi tim Tagana,’’ terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Magetan Saif Muchlissun mengungkapkan jika instansi khusus yang menaungi bencana memang belum dirasa memiliki tingkat urgensitas tinggi. Dia juga mengungkapkan sejumlah fungsi yang di-domplengkan dengan instansi lain. ‘’Memang di Magetan itu miskin organisasi, tapi kaya fungsi,’’ terang pria yang akrab disapa Mukhlis ini. (wka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: