Dituding Kecewa, Diantama Meradang

Terkait Percopotan Bangjo Gorang-gareng

MAGETAN – Pencopotan displai traffic light di perempatan Gorang-gareng, Kecamatan Kawedanan, Magetan, tampaknya bakal memanas. Pihak PT Diantama Energy Prima, rekanan yang memasang displai lampu bangjo itu merasa tak terima jika pencopotan itu dinilai sebagai bentuk kekecewaan Diantama lantaran gagal tender. ‘’Diantama pasang displai bukan serta merta minta memang. Kami ini pemain nasional, tidak perlu dikutipkan aturan Keppres, kami sudah paham,’’ kata Iwan Susanto, direktur utama PT Diantama Energy Prima, kemarin (18/1).

Menurutnya, sebelumnya Diantama sudah ikut tender secara profesional. Tentu, sikap Pemkab Magetan yang menuding pihaknya dikuasai emosi lantaran gagal tender tidaklah beralasan. ‘’Tolong lihat awalnya. Kami pasang displai ada surat penawaran resmi ke dinas, bahkan dapat persetujuan bupati. Dan selama kami pasang displai, pemkab tidak ada wacana pengadaan traffic light. Tentu sangat salah kalau Diantama dituding ingin menang tender setelah pasang displai,’’ ungkapnya.

Bahkan, Iwan juga memastikan jika pihaknya tak pernah melakukan lobi-lobi ke instansi terkait untuk minta dimenangkan. Bahkan, dia juga mengklaim beberapa rekanan lain dari luar Madiun lah yang justru intens mendekati instansi terkait sebelum lelang. Yang menurutnya belum tentu mampu melakukan displai dengan biaya cukup tinggi seperti yang dilakukannya di Gorang-gareng itu. ‘’Kalau Kabag Humas mengungkapkan jika kami seperti ingin menang sendiri, berarti dia tidak paham karut marutnya lelang di Magetan,’’ tegasnya.

Iwan juga memastikan jika pihaknya tak merasa sakit hati jika gagal tender. Pasalnya, dalam bisnis, kalah atau menang tender merupakan hal wajar. Yang terang, masa displai di Gorang-gareng telah melebihi jadwal. Sedangkan pemkab justru seperti tak merespons. Yang kontras ketika pihaknya pertama kali menawarkan displai untuk membantu kelancaran lalu lintas. ‘’Apa perlu kami melakukan aksi bongkar permufakatan sepihak atas tender yang dilakukan beberapa waktu lalu?’’ tantang Iwan.

Disinggung mengenai iklim investasi pasca pemasangan displai tersebut, Iwan tetap pada pendiriannya. Dia mengungkapkan jika birokrasi Magetan nyleneh. ‘’Setiap daerah yang kami displai selalu merespons surat kami. Ini justru sebaliknya. Kami sudah pakai prosedural surat, justru ketika akhir kami mau menarik displai, malah dituding aneh-aneh, apalagi dikesankan mutung gagal tender. Apa-apaan ini?’’ heran Iwan.

Sebagaimana diberitakan, PT Diantama Energy Prima Madiun, mempreteli seluruh perlengkapan traffic light di perempatan Gorang-gareng. Melalui Kabag Humas dan Protokol Saif Muchlissun, Pemkab Magetan menegaskan jika lampu bangjo itu murni displai atau promosi dari rekanan.

Ditegaskan pula, siapa pun bisa ikut tender di Pemkab Magetan. Bahkan, pemkab juga welcome  terhadap seluruh investor. ‘’Apabila dicabut, ya yang lama biar kembali dipasang. Karena bukan berarti, meski displai dipasang, Diantama bisa menang tender. Semua ada prosesnya. Kami harus melakukan tender sesuai aturan dan tidak bisa main-main. Daripada timbul masalah di kemudian hari,’’ terang Saif Muchlissun. (wka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: