Masa Displai Habis, Bangjo Dikukuti

KAWEDANAN – Bagi pengendara yang melewati perempatan Gorang-gareng di Kecamatan Kawedanan, Magetan, siap-siap untuk berhati-hati. Pasalnya, traffic light di perempatan itu, mulai siang kemarin (16/1) dibongkar. ‘’Memang sengaja kami bongkar. Karena masa display sudah habis, dan Pemkab Magetan tidak ada respon untuk meneruskan kontrak pemasangan,’’ kata Iwan Susanto, direktur utama PT Diantama Energy Prima, rekanan pemasang traffic light di perempatan itu, kemarin.

Memang, kata dia, bukan urusan mudah untuk mencopot seluruh bagian-bagian dari lampu bangjo tersebut. Pertama dilakukan adalah memutus aliran listriknya. Otomatis, sejak pagi itu, lalu lintas di perempatan Gorang-gareng cukup ruwet tak seperti biasanya. Pengguna jalan pun dituntut ekstrawaspada lantaran arus lalu lintas yang cukup padat. Itu lantaran perempatan itu merupakan jalur pertemuan dari beberapa kecamatan dan kota tetangga.

Saat pemutusan itu dilakukan, Iwan mengaku sempat diprotes sejumlah warga dan pengguna kendaraan. Namun, upaya itu tetap tak menjadikan pihaknya mengurungkan niat untuk mencopoti seluruh perlengkapan traffic light berikut jaringannya itu. ‘’Berinvestasi di Magetan memang sudah tidak bisa dilanjutkan. Pertama dulu kami pasang display di perempatan Selosari, tapi juga tidak berhasil. Sepertinya Magetan memang tidak bisa untuk berinvestasi,’’ ketus Iwan.

Dijelaskannya, display 16 lampu itu dilakukannya sejak September 2010 lalu. Kala itu, menurutnya bukan hal mudah untuk bisa memasang traffic light di perempatan Gorang-gareng. Pasalnya, selain  harus memasang tiang pancang, juga harus menyediakan jaringannya. Bujet yang disiapkannya kala itu senilai Rp 200 juta.

‘’Nilai pagu yang kami tawarkan kisaran Rp 200 juta itu. Tapi dengan melihat display yang kami lakukan dan tingkat urgensitas traffic light ini, sepertinya Pemkab Magetan memang acuh. Berkali-kali kami layangkan surat, tapi tidak ada tanggapan,’’ terang pria yang sempat mengarsiteki lampu di Stadion Wilis Kota Madiun ini. ‘’Setelah ini, lampu-lampu ini akan kami display di NTB,’’ imbuhnya.

Memang, dengan keputusan Diantama untuk memutus dan ngukut seluruh perlengkapan traffic light di perempatan Gorang-gareng tersebut menuai kekhawatiran banyak orang. Sardjono, salah seorang pengguna kendaraan mengaku jika tidak adanya lampu bangjo tersebut, harus membuat pihaknya was-was. ‘’Di perempatan ini ramai sekali. Ada lampunya (traffic light) saja sering ada kecelakaan, apalagi tidak ada. Eman-eman sekali,’’ keluhnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Magetan Saif Muchlissun mengungkapkan jika sikap tegas Diantama mencopot traffic light itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi. ‘’Akan kami cek dulu bagaimana kontrak dan jenis pemasangannya. Yang jelas akan segera kami selesaikan karena itu menyangkut keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di Gorang-gareng khususnya,’’ tukas pria yang akrab disapa Mukhlis ini. (wka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: