Sistem Administrasi Pembiayaan Amburadul

Tuding Komisi A Terhadap RSBI

MAGETAN – Mencuatnya aksi saling kritik antara pihak Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dengan Dewan Pendidikan (DP) Magetan, tampaknya mulai menghangat. Di gedung dewan saja, kalangan legislatif justru menuding jika program RSBI tersebut justru amburadul dalam kaitannya dengan sistem administrasi pembiayaan.

Sorotan tajam terhadap penyelenggaraan RSBI tersebut muncul dari Komisi A DPRD setempat. Komisi yang membidangi pendidikan ini mengklaim jika keberadaan RSBI di Magetan dinilai cenderung hanya sebuah label untuk menarik anggaran lebih besar ketimbang sekolah regular, kepada anak didiknya. ‘’Salah satu indikator kegagalan RSBI di Magetan itu adalah biayanya yang sangat memberatkan. Di samping pengelolaan keuangan yang tidak transparan,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Magetan Pardi, kemarin (12/1).

Tentu, alasan itu menurutnya bukan sekadar omong kosong. Saat sidak beberapa bulan lalu di beberapa RSBI di Magetan, pihaknya mengaku sempat meminta laporan keuangan. Namun, menurutnya tidak ada sistem pengelolaan keuangan yang beres. ‘’Seperti saat awal penerimaan siswa baru, uang yang mengalir ke satu RSBI saja bisa mencapai Rp 1 miliar. Tentu itu angka yang cukup fantastis bagi sebuah instrumen pendidikan,’’ terang Pardi.

Untuk itu, rencananya Komisi A akan segera berupaya untuk mengurai permasalahan RSBI di Magetan itu. Sehingga ke depan sekolah itu tak hanya memiliki citra sebagai rintisan sekolah ‘bertarif’ internasional. ‘’Saat ini agenda Komisi A cukup padat. Mudah-mudahan saja bisa segera klir, dan kami baru berkonsentrasi untuk bisa membuat rapat kerja kaitannya penyelesaian RSBI yang saya rasa sudah karut marut ini,’’ tegas politisi Partai Demokrat ini.

Di sisi lain, permasalahan penyelenggaraan RSBI itu seolah seperti petasan banting yang dilempar kalangan DP Magetan. Ketua DP Magetan Syahrir mengungkapkan jika RSBI terkesan dipaksakan. Serta semata-mata hanya menaikkan pamor. ‘’Saya bingung indikator keberhasilannya seperti apa, masalahnya tidak di RSBI, kualitasnya juga sudah bagus,’’ ungkap Syahrir.

Dari ungkapan Syahrir itu, SMAN 1 Magetan, salah satu RSBI di Magetan menilai jika pernyataan itu hanya dinilai sebagai bentuk kepesimisan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Magetan. ‘’Kami optimistis SBI di Magetan bisa berjalan lancar. Karena semua itu butuh proses. Dan seluruh persyaratan untuk menuju SBI itu sudah kami lengkapi dalam masa lima tahun berstatus sekolah rintisan taraf internasional ini,’’ ungkap Eko Adri Wahyudiono, penanggungjawab program RSBI SMAN 1 Magetan. (wka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: