Langsung Pangkas Tarif

PDAM Launching Sambungan

Rumah Murah 2012

PLAOSAN – Desakan Bupati Magetan H Sumantri kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat untuk bisa menurunkan tarif sambungan air baru direalisasikan. Tak tanggung-tanggung, perusahaan plat merah itu pun memulai proses itu untuk masyarakat miskin di dua desa sekaligus. Yakni Desa Baleasri di Kecamatan Ngariboyo dan Desa Randugede, Kecamatan Plaosan. Rabu (11/1) malam, program humanis PDAM itu di-launching di salah satu rumah warga di Dukuh Pagu, Desa Randugede, Plaosan.

Bukan sambungan murah jika tidak ada perbedaan tarif yang mencolok. Setidaknya, sambungan rumah (SR) murah yang biasanya berkisar pada harga Rp 550 ribu, diturunkan hingga Rp 300 ribu. Hal itu berbeda jauh dengan tarif SR pada tahun 2011 lalu yang mencapai Rp 850 ribu. Angka tersebut sudah termasuk biaya pendaftaran Rp 25 ribu.

Bupati Magetan H Sumantri, didampingi Muspika Ngariboyo dan Plaosan termasuk seluruh Lurah dan Kades di dua kecamatan itu, hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, bupati yang juga mantan Dirut PDAM terlama di Magetan itu meminta supaya program prorakyat PDAM ini terus dipertahankan. Bahkan, orang nomor satu di Pemkab Magetan ini meminta kepada seluruh Kades dan Lurah untuk menyosialisasikan kebijakan sambungan murah itu kepada masyarakatnya. ‘’Saya minta, dengan program ini, PDAM bisa terus proaktif jemput bola kepada masyarakat. Baik pelayanan sambungan baru maupun pelayanan gangguan,’’ kata Sumantri.

Launching SR murah itu ditandai penyerahan bukti pembayaran biaya sambungan baru untuk dua musala di Dukuh Pagu, Desa Randugede dan di Dukuh Sobontoro, Desa Baleasri, Ngariboyo. Yang dilakukan bupati kepada Kades Randugede Bedjo.

Di sisi lain, sebelum launching itu digelar pada malam hari, sore harinya dibuka pelayanan pendaftaran pemasangan SR baru oleh PDAM Cabang VII Magetan. Dalam satu jam, lebih dari 50 paket SR murah habis terbeli oleh masyarakat Pagu dan Sobontoro. Dari total 70 KK di dua wilayah tersebut. ‘’Ini kebanggaan bagi kami. Dengan topografi nylempit dan buntu, puluhan tahun daerah ini tergolong rawan air. Ke depan, kami berupaya untuk mengikis zona blank air bersih. Dan kami sudah pasang target untuk itu,’’ kata Direktur PDAM Magetan Sofyan. (nng/wka/bar)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: