Harus Lebih Objektif dan Kritis

MAGETAN – PNPM Mandiri Perdesaan (MP) di Magetan pada 2012 ini diharapkan kian berhasil dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Hal itu diperkuat dengan kegiatan rakor sosialisasi PNPM-MP yang digelar Bapermas dan Pemdes Magetan di Gedung Dekopin, kemarin (11/1). Diikuti sekitar 80 perserta dari unsur UPK, BP-UPK, Faskab dan satker, kegiatan itu dinilai membawa sejumlah misi penting.

Misi tersebut, utamanya menjelaskan konsep dan kerangka acuan PNPM-MP sesuai juknis operasional. Termasuk menjadi media perumus resolusi jejak persoalan yang tersisa di tahun sebelumnya. ‘’Pelaksanaan PNPM-MP 2011 memiliki dimensi keberhasilan dalam pemberdayaan masyarakat, ekonomi dan lingkungan. Untuk itu, tahun 2012 ini kami harapkan lebih berhasil lagi,’’ kata Admaji, penanggungjawab operasional kabupaten (PJOKab) PNPM-MP Magetan, kemarin.

Sementara itu, Faskab PNPM-MP Magetan, Ir Edi Indriasono menjelaskan konsep ideal PNPM-MP sebagai program pengungkit pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, hal itu menjadi program pembangunan yang memiliki prinsip nilai demokratis, akuntabel, populis, berpihak kepada masyarakat. ‘’PNPM-MP 2012 merupakan program yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dan berbasis perencanaan yang partisipatif,’’ ungkap Edi. Namun, Edi menggarisbawahi supaya PNPM-MP tidak cepat puas diri. Pasalnya, kegiatan tersebut harus lebih objektif dan kritis.

Di sisi lain, Permadi Bagus Darmawan, kasubid sosial dan partisipasi masyarakat Bapermas Magetan mengungkapkan jika PNPM-MP bukanlah program sempurna untuk mewujudkan cita-cita penanggulangan kemiskinan. Namun hanya program riil untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, dan masyarakatlah yang menjadi kunci penanggulangan kemiskinan.

‘’2012, Magetan mendapat alokasi bantuan langsung masyarakat Rp 11 miliar melalui PNPM-MP dan Rp 4,5 Miliar untuk PNPM Generasi. dana yang cukup untuk penggerakkan sektor ekonomi riil masyarakat jika dilaksanakan secara serius,’’ jelas Permadi.

Pengelolaan PNPM-MP di Magetan selama ini, menurutnya dilaksanakan masyarakat dan kelembagaan yang memiliki prinsip keadilan, profesionalitas, akuntabilitas. Pengelolaan program dimonitoring masyarakat dalam kapasitas sebagai pelaku dan penerima manfaat program. ‘’Sehingga masyarakat memiliki rasa handarbeni terhadap program,’’ tukasnya. (nng/wka/bar)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: