Pasar Parang Jadi Tempat Pacaran

PARANG – Bangunan Pasar Parang yang masih setengah jadi ternyata dimanfaatkan oleh para muda mudi untuk bermesraan. Bangunan yang kini ditumbuhi semak belukar tersebut kerap dijadikan ajang pacaran bagi muda mudi di malam hari. Ditambah kondisi pasar yang belum dilengkapi penerangan membuat para sejumlah ABG leluasa memadu kasih. “Yang pacaran disitu anak-anak kecil (ABG, Red),” kata Sumarno, salah seorang warga Parang, kemarin (8/1)

Sumarno menuturkan, muda-mudi itu berasal dari luar desanya. Biasanya mereka datang bergerombol dengan berboncengan sepeda motor antara pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Menurutnya, bocah belasan tahun itu menuju kelorong yang berada didalam pasar. Namun, dia tidak tahu lebih banyak apa yang dilakukan remaja yang dimabuk asmara itu. “Kalau nggak percaya coba nanti sore kesini, setiap hari banyak  yang pacaran di sini,” ungkapnya.

Sementara, salah seorang perangkat Desa Parang yang meminta namanya tidak disebutkan menuturkan, warga mulai resah dengan adanya fenomena itu. Ini karena banyaknya anak muda yang bermain di Lokasi Pasar Parang dan Berteriak-teriak membuat suasana tidak nyaman, dan mengganggu ketenangan.

Perempuan 45 tahun ini menuding hal itu karena pasar yang dirintis pembangunannya sejak empat tahun lalu itu tidak kunjung jadi. Padahal sudah miliaran rupiah digelontorkan untuk bengunan itu. Warga khawatir jika bangunan itu tidak segera dirampungkan akan menjadi angker dan kualitas bangunan semakin menurun.

“Kalau dibiarkan terus bangunan nya ya semakin rusak eman-eman biayanya besar,” terangnya.

Selain digunakan untuk ajang pacaran, lanjut perempuan berambut seleher itu, dijalan tembus itu kerap digunakan untuk ajang balap liar, sehingga banyak warga yang takut melintas dilokasi itu. “Mulai pukul 17.00 WIB, nggak ada yang berani lewat,” terangnya.

AKP Daeng Winarto, Kapolsek Parang dikonfirmasi menuturkan tidak menampik fenomena itu. Namun, muda-mudi itu hanya nongkrong dipinggir jalan tembus dan di teras toko. Selain itu hanya malam-malam tertentu lokasi itu dijadikan ajang pacaran. Yakni setiap malam minggu dan dihari libur, mereka hanya nongkrong saja,” terangnya.

Menurutnya polisi setiap dua jam sekali melakukan patroli di sekitar lokasi. Itu dilakukan untuk mengantisipasi muda-mudi yang masih berusia SMP dan SMA itu yang berbuat yang lebih jauh. selain itu meminimalisir ABG yang balapan liar. “Kami, hanya patroli agar mereka sungkan dan pindah sendiri ke lokasi lain,” paparnya. (pra/eba)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: