Pasokan Aspal Tersendat, Terancam Kian Molir

SEMENTARA itu, tujuh  titik proyek  dari dana percepatan infrastruktur daerah (DPID)nteraancam kian molor dan tak bisa di prediksi kapan seleseunya. Penyebabnya, suplai aspal dariPt Pertamina di jakarta tak bisa dipenuhi dalam waktu dekat ini .

Hal itu diketahui dari surat pertamina yang diterima DPU Magetan. Dalam suratnya, pertamina juga membeber alasan  belum adanya kepastian suplai aspal tersebut. Antara lain, adanya perubahan perpres Nomor 54 tahun 2010 yang mengakibatkan mundurnya pengadaan pekerjan kontruksi dan aspal. Selain itu , kenaikan harga aspal cukup tinggi di pasar regional.

Penyebab lain adalah suplai aspal regional yang meningkat pesat pada kurun Oktober hingga Desember 2011. Kondisi  itu memaksa pertamina melakukan impor aspal dalam jumlah besar, terutama di tiga bulan tersebut, termasuk untuk memenuhi kebutuhan aspal di Jawa Timur.

“Tapi dijelaskan jika kekurangan suplai aspal pada Desember 2011, khusus di wilayah Jawa Timur akan segera dipenuhi pada Januari 2012 ini. Meski secara pasti tidak disebutkan kapan pasokan aspal itu akan tiba,” kata Kabid Jalan dan Jembatan DPU Magetan Sutikno kemarin (2/1).

Tersendatnya pasokan aspal itu berpotensi mengakibatkan tujuh titik proyek DPID yang molor itu akan semakin ngaret. Pasalnya, meski kondisi pekerjaannya sudah dipastikan nyaris sempurna, belum bisa dikatakan selesai sebelum di poles aspal. “Ya tetap kami berlakukan sistem denda. Dan saat ini billing denda sudah berjalan,” tegas Sutikno.

Diberitakan sebelumnya, dari total 49 titik proyek DPID, tujuh titik di pastikan di denda karena molor. Ketujuh titik tersebut adalah jalan Maospati-Karangsono (CV Sumbersari, nilai kontrak di kisaran Rp 524 juta), juga di jalan Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati (CV Sari Bumi, kisaran Rp 171 juta), dan jalan Desa Sempol (CV Karya Mandiri, kisaran Rp 190 juta).

Selain itu, Jalan Ki Hajar Dewantoro kota (CV Brawijaya Putra, kisaran Rp 310 juta), Jalan Ngariboyo-Parang (CV Lima R, kisaran Rp 238 juta), proyek Jalan Sukomoro-Kentangan (CV Permata, kisaran Rp 900 juta) dan IKK Poncol (CV Mahesa, kisaran Rp 286 ribu). ” Kendalanya selain keterlambatan aspal, juga harus gantian pengguanaan AMP (Asphalt Mixer Plant, Red) atau instalasi pengolah aspal. Tapi keterlambatan ini tetap kami denda, satu perseribu di kalikan nilai kontrak untuk satu harinya,” urai Sutikno. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: