Jalur Sarangan Macet 5 Km

PLAOSAN- Libur tahun baru 2012 benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke Sarangan. Hal itu bisa dilihat dari sepanjang jalan Desa Ngerong Plaosan menuju tempat wisata yang macet total. Hal itu diperparah dengan adanya kendaraan yang mogok dan terbakar kampas remnya. Akibatnya, kemacetan semakin mengular. Menurut petugas kepolisian, kemacetan kemaren sepanjang 5 Kilometer. “Sejak pukul 21.00 WIB jalur menuju sarangan sudah tidak bisa dilewati, banyak kendaraan yang mogok di atas sehingga menjadi macet total,” kata Wahyudi, salah seorang pengunjung asal Ngawi, kepada Radar Magetan, kemarin (1/1).

Dikatakan, pukul 10.00 WIB dia berangkat beserta keluarga dengan mengendarai sepeda motor. Namun, saat masuk Pasar Plaosan kemacetan mulai terasa. Dia memilih untuk beristirahat di pinggir toko sambil melihat kondisi di jalan. Namun, ditunggu hingga satu jam, kemacetan semakin panjang.

Parlan salah seorang pengunjung lain mengatakan, dirinya tidak memiliki banyak pilihan dengan kondisi kemacetan itu. Ini karena dia menyenangkan anaknya yang libur sekolah. Itu sebabnya, dia rela menunggu kemacetan ini hinga alur lalu lintas lancar. “Ya sudah biasa. Namanya juga wong cilik ingin menyenangkan keluarganya, macet ya dinikmati,” terangnya.

Pantauan Radar Magetan, ada tiga titik kemacetan di wilayah Magetan kemarin. Diantaranya di jalan raya Desa Tinap Sukomoro sepanjang sekitar 1,5 kilometer arus lalu lintas padat merayap. Jalan tembus Sarangan-Tawangmangu juga padat merayap. Sedangkan arus lalu  lintas menuju lokasi wisata Sarangan, tepatnya di Desa Dadi, Ngerong, Plaosan macet total. Banyaknya pengendara motor yang berhenti dan turun dari kendaraannya turut menjadi penyebab kemacetan bertambah parah. Bahkan Kapolres Magetan, AKBP Agus Santosa, turut langsung mengurai kemacetan dengan sistem buka tutup. “Ini karena pengguna jalan yang tidak mau mengalah dan memilih semaunya sendiri,” terang Agus.

Agus mengatakan, cukup lama mengurai kemacetan di kawasan wisata itu. Meski pihaknya telah mengrahkan sekitar 200 personel. Ini karena banyaknya pengendara roda dua yang ingin masuk ke kawasan wisata Sarangan. “Begini, karena parkir sarangan sudah overload, sedangkan pengunjung ngotot ingin masuk, jadi kendaraan banyak yang diparkir semaunya sehingga semakin padat,” ungkapnya. (pra/eba)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: