Proyek DPID-DPPID Molor

DPU Siap Kenakan Denda

MAGETAN- Dinas Pekerjaan umum (DPU) Magetan tampaknya bakal panen denda dari rekanan penggarap proyek dana percepatan infrastruktur daerah (DPID) dan dana infrastruktur percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPPID). Pasalnya, dari deadline penyerahan tahap pertama (P1) yang seharusnya dilakukan penykan ini, masih banyak pekerjaan proyek yang belum rampung.

Catatan DPU setempat dari total 49 titik proyek DPID, tujuh titik dipastikan terkena didenda karena molor. Bahkan, kapan rampung kapan rampungnya pekerjaan itu juga tak jelas. Diantaranya, Jalan Maospati-Karangsono, jalan Kelurahan Kraton Kecamatan Maospati, dan jalan desa Sempol (selengkapnya lihat grafis). Seluruhnya terancam kena denda satu per seribu dikalikan nilai kontrak untuk satu harinya.

Kabid Jalan dan Jembatan DPU Magetan Sutikno mengaku bahwa keterlambatan tersebut lantaran pengaruh faktor cuaca dan keterbatasan peralatan. Meski begitu, rekanan yang tak mampu merampungkan pekerjaan tersebut selama dua bulan itu, tetap dikenai denda.

“Alasan ketidakrampungan mereka ya cuaca. Selain itu juga minimnya AMP (asphalt mixer plant, Red) atau instalasi pengolah aspal. Jadinya harus menunggu AMP dari luar Magetan dan penggunaannya bergantian,” ungkap Sutikno.

Selain DPID, Sutikno kemarin juga membeber fakta dari pengerjaan proyek DPPID, Dikatakan, dari total 87 titik proyek DPPID di Magetan, dipastikan belasan rekanan terkena denda. Namun, berbeda dengan DPID, kata dia pengerjaan proyek di bawah Rp 100 juta yang seluruhnya merupakan penunjukan langsung (PL) itu akan selesai maksimal pekan mendatang.

Sutikno juga sedikit pasang badan mengapa proyek tersebut ngaret. Menurutnya dengan estimasi waktu sebulan pengerjaan, tak bisa seluruh titik dirampungkan. “Tapi tetap kami berlakukan denda. Dan denda itu akan kembali masuk ke kas daerah,” tegasnya.

Ditambahkannya, beberapa proyek yang dikerjakan dari DPID dan DPPID tersebut terkonsentrasi pada beberapa pembangunan infrastruktur. Di antaranya, pembangunan trotoar, talud, saluran air, dan pelebaran jalan, seluruhnya merupakan proyek infrastruktur vital bagi masyarakat. “Rata-rata kami melibatkan rekanan lokal. Dan sengaja kami sebar supaya pengerjaan bisa segera rampung. Tapi meski disebar, tetap saja tidak seluruh proyek bisa diselesaikan,” kata Sutikno. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: