Pos Retribusi Jadi Kios

Pengelola Merasa Ada Penyerobotan Lahan

MAGETAN – Pos retribusi di sisi utara Pasar Sayur Magetan tampaknya segera beralih fungsi. Pasalnya, tak jelas siapa yang bertanggung jawab, pos tersebut kini tengah di poles untuk menjadi sebuah bedak. Celakanya, sisi selatan pos tersebut yang biasanya kosong, juga sudah di pancang kerangka kayu yang akan dibuat menjadi sebuah los.

Sontak, kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Bahkan, pengelola retribusi pasar juga mengeluhkan adanya ‘penyerobotan’ paksa lahan tersebut. “Meski Posisinya di dalam pasar, tetapi ada leading sector yang berbeda. Dan pos retribusi ini merupakan milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), terpisah dengan pengelolaan pasar,” keluh Paiman, koordinator lapangan pos retribusi Pasar Sayur Dishubkominfo Magetan, kemarin (28/12).

Menurutnya, di sisi utara pasar tersebut memang dibangun dua pos retribusi. Yakni sisi timur dan barat. Lantaran pos di sisi timur tengah di bengun menjadi bedak permanen, pihaknya hanya bisa melakukan aktivitas di pos sisi barat. “Padahal pos tersebut dibangun lebih awal. Dan dua pos ini memiliki fungsi berbeda,” ungkap Paiman.

Awal mula pembangunan pos tersebut, kata dia, terjadi sekitar sebulan lalu. Pihaknya ‘diusir’ paksa untuk pindah dari pos tersebut oleh tukang yang menggarap pos tersebut. “Katanya sudah komunikasi dengan atasan-atasan (pihak pasar dan Dishubkominfo, Red). Tapi kenyataannya memang tidak ada. Dan kami yang memiliki hak atas pos tersebut juga tidak pernah merasa menyepakati adanya alih fungsi pos tersebut” geramnya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, seolah cukup membawa pengaruh bagi aktivitasya bersama beberapa kru retribusi dari Dishubkominfo. Apalagi, pembangunan tersebut juga dilakukan tanpa ada pembicaraan dengan pihkanya selaku pemilik lahan. “Yang terang, tak jelas siapa yang memberi izin, bedak tersebut dibangun oleh penyewanya. Kami tak tahu nominalnya berapa, tapi pos retribusi kami itu sudah disewakan. Dan mudah-mudahan ada kejelasan dari adanya pembangunan yang lancang ini,” keluhnya.

Disisi lain, dari suasana di sekitar pembangunan pos menjadi bedak tersebut, pedagang seolah tak mau tahu dengan polemik yang di rasakan si empunya lahan itu. Bahkan,aktivitas perdagangan juga mulai meluber ke jalan lantaran tak ada aktivitas penarikan retribusi di sekitar pos yang sudah dibangun itu. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: