Tuding Proyek Twin Road Bodong

 

MAGETAN – Pengerjaan proyek fisik di Magetan, dituding banyak melanggar aturan. Bahkan, beberapa proyek dengan duit cukup gede pun dituding sebagai proyek bodong lantaran tak memenuhi standar pengerjaan proyek. Indikasi tersebut menyeruak ketika LSM Magetan Center menemukan tak adanya papan nama pelaksana sekaligus nominal biaya pada sejumlah proyek di Magetan.

Direktur Pelaksana LSM Magetan Center Benny Ardi menunjukkan sejumlah proyek bodong tersebut seperti pembangunan twin road Sukomoro-Maospati. Termasuk beberapa proyek pelebaran jalan atau pun pemasangan saluran air yang kini marak dilakukan utamanya dari dana percepatan infrastruktur daerah (DPID). Yang lebih mencolok, kata dia, adalah renovasi gedung Kejaksaan Negeri Magetan.

‘’Seharusnya aparat penegak hukum itu lebih tahu aturan, kok malah tidak mengindahkan. Artinya memang ada semacam pembohongan publik di sini. Masyarakat tidak mengetahui berapa nominal dan siapa pelaksana proyek tersebut,’’ tegas Benny.

Dia lantas merujuk ketentuan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam aturan itu, kata Benny, proyek tanpa dipasang papan nama tersebut dapat dikatakan proyek bodong. ‘’Karena masyarakat tak mengetahui siapa pelaksana proyek, berapa nilainya, sumber dana dari mana hingga masa pengerjaan proyek tersebut,’’ tegas dia.

Padahal, lanjutnya, anggaran yang digunakan untuk mengerjakan proyek tersebut merupakan uang rakyat. ’’Kalau seperti ini keadaannya, sepertinya memang proyek tersebut seolah ditutup-tutupi. Ada apa semua ini?’’ herannya.

Selain itu, dia juga menuding Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat selaku leading sector juga turut ambil bagian dari ‘pelanggaran aturan’ tersebut. Utamanya adalah pengerjaan papan tersebut menjadi tanggungan DPU yang semestinya bisa dibebankan bagi rekanan yang mendapat pekerjaan. ‘’Bahkan biaya pembuatan papan nama itu dari hasil penelusuran kami ternyata tertera di rencana anggaran biaya (RAB) proyek. Tentu ini permasalahan serius,’’ herannya.

Sementara itu, temuan LSM Magetan Center tersebut dibantah pihak DPU setempat. Kabid Jalan dan Jembatan DPU Magetan Sutikno mengaku jika papan proyek twin road tersebut sudah terpasang. Hanya saja, dia tak bisa mengelak jika pemasangan tersebut cenderung terlambat. ‘’Sebenarnya seluruh papan nama itu sudah ada. Hanya saja rekanannya yang ogah-ogahan memasang. Ya besok (hari ini, Red) saya panggil mereka (rekanan, Red),’’ tegas Sutikno.

Dituding menjadi ‘penggarap proyek papan nama’ Sutikno pun mengelak. Dia mengaku jika pengerjaan itu memang dari koperasi DPU. ‘’Bagaimana lagi, kalau tidak dibuat dari DPU, rekanan sendiri seperti tidak terlalu memikirkan hal itu. Jangankan membuat, tinggal memasang saja malas,’’ keluhnya. (wka/eba)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Biasalah ya..namanya jg LSM..nyari makan dg menghalalkan segala cara..pst dia uda ke rekanan dlu,minta uang saku..smbil ngancam klo ga dikasih bakal dimasukin ke koran..itu pasti rekanan proyek uda males ngasih duit..soalnya LSM itu sama aja kelakuannya sm PENGEMIS!! Hari ini minta uang saku,nanti seminggu lg balik minta uang saku lg.. LSM oh LSM,kalian berlindung dibalik nama rakyat kecil utk urusan perut kalian sendiri dg membuat berita provokatif!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: