Mahasiswa UNS Tewas di Lawu

Meninggal di Hargo Puruso saat Lakukan Pendakian

MAGETAN- Lagi, Gunung Lawu memakan korban. Pagi kemarin (23/12), Muhammad Ardian, 18, mahasiswa asal Perum Wisma, Desa/Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri, tewas di Hargo Puruso (puncak Gunung Lawu). Korban yang merupakan pendaki Mapala Garba Wirabuana Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, itu diduga meninggal akibat hypothermia faktor cuaca.

Wawan, anggota tim SAR asal Magetan, mengatakan bahwa kondisi hiportemia itu diduga lantaran intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga mengaakibatkan daya tahan tubuh pendaki menurun. “Apalagi mereka sudah di Gunung Lawu sejak 16 Desember lalu,” ujarnya kemarin (23/12).

Informasi yang dihimpun Radar Magetan, Ardian berangkat bersama 21 rekannya sejak 16 Desember lalu dari jalur Candi Cetho, Jawa Tengah. Pada kamis (22/12) lalu, sekitar pukul 13.00, beberapa rekannya melapor ke posko pendakian Cemorokandang, Karanganyar, bahwa mahasiswa malang itu tewas di gunung dengan ketinggian 3.265 meter dpl tersebut.

Begitu mendapat laporan, posko Cemorokandang langsung menerjunkan sekitar 40 personel yang merupakan gabungan tim evakuasi asal Jawa Timur dan Jawa Tengah. Seluruhnya terbagi menjadi lima SAR Rescue Unit (SRU). Kelimanya ditempatkan di pos Hargo Dumilah, pos IV, pos III, pos II, dan pos I.

Dalam proses evakuasi yang dimulai sejak pagi kemarin itu, jasad korban baru tiba di posko Cemorokandang sekitar pukul 16.00 “Dan langsung diantar pulang ke Kabupaten Kediri melalui Magetan dengan satu ambulans dan diiringi empat rekan-rekan AGL,” ujar Wawan.

Jasad korban, saat di posko Cemorokandang, lanjut dia, dalam kondisi masih utuh dan tidak ada bekas luka. Dan posko pendakian di Cemorosewu sempat ditutup sementara untuk kepentingan proses evakuasi. “Evakuasi cukup lancar, dan kondisi jenazah juga masih utuh. Tiba di Cemorokandang langsung dibawa pulang dengan ambulans dari Karanganyar,” ungkapnya. (wka/isd)

Seputar Hiportemia :

Suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 derajat celcius. Gejala hiportemia ringan berupa bicara melantur, kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: