Bikin Bank Sampah dan Warung Balita Sehat

PENGHARGAAN ini bukanlah tujuan utama perjuangan saya. Saya hanya ingin bisa terus berguna dan memberdayakan lingkungan saya, khususnya bidang kesehatan, ucap sederhana Sri Partiyah, usai apel Hari Ibu di halaman Pemkab Magetan kemarin (22/12).
Banyak sudah yang dirintis Sri sejak April 2010 untuk menekan angka gizi buruk. Kala itu, dia menemukan sedikitnya tujuh balita gizi buruk. Saya lantas mencoba mencari terobosan untuk menekan angka tersebut, kata perempuan yang menekuni profesi bidan sejak 1994 ini.

Akhirnya, ketika Sri melihat pengepul sampah, muncul ide membuat bank sampah yang menampung sampah-sampah dari warga Duwet. Dari situ, Sri mencoba meretas pemberdayaan ekonomi keluarga. Setidaknya, kini ada lima lokasi bank sampah di Duwet.
Hasil dari penjualan sampah di bank tersebut, tidak langsung diterimakan oleh warga yang menjual sampahnya, melainkan dikonsep menjadi sebuah tabungan. Dari tabungan itu, masyarakat yang kurang mampu bisa berdisiplin mengumpulkan uang. Sekaligus sebagai modal bagi perputaran roda ekonomi bagian keuangan bank sampah tersebut, ucap istri Subani itu.
Tak berhenti di situ, dari modal yang menggunung di bank sampah tersebut, juga digunakan untuk pembibitan buah pepaya. Hingga kini sudah lebih dari 600 bibit pepaya yang dihasilkan. Jika berbuah lebih dari sepuluh, maka satu buah menjadi manajemen bank sampah untuk dikumpulkan dan hasilnya untuk modal. Bisa dibayangkan, kalau 689 pohon bisa kami ambil satu saja, hasilnya sudah lumayan, ujarnya.
Seluruh perputaran uang yang masuk di bank sampah tersebut juga digunakan sebagai modal pinjaman bagi warga kurang mampu, terutama yang memiliki balita gizi buruk dan gizi kurang. Dari modal itu pula dibangun warung makan balita sehat non-MSG. Jadi, semuanya berbasis kemasyarakatan.
Srikandi Awards sendiri diberikan pada Sri karena memenuhi beberapa criteria. Di antaranya, keberhasilan mengurangi kemiskinan, kesetaraan gender, pendidikan, dan upaya menekan angka kematian bayi. Termasuk juga upaya memerangi angka penyakit menular. Karena, dengan tanggap terhadap sampah, mampu mencapai keberhasilan menekan angka DBD dan pelestarian lingkungan dengan adanya penanaman pepaya itu, urainya.
Meski menjadi yang pertama penerima Srikandi Awards di Jatim, bagi Sri, penghargaan ini bukanlah akhir perjuangannya. Dia berharap ke depan inspirasinya itu akan ditiru dan disempurnakan bidan-bidan lainnya. Apalagi, upayanya itu terbukti membawa dampak positif bagi sekitar 2500 jiwa se-Desa Duwet, atau 623 KK dan 191 keluarga miskin. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: