Warga Robohkan Warung Kamituwo

Dituding Jadi Lokasi Praktik Esek-esek

MAGETAN – Diduga menjadi lokasi praktek esek-esek, warung yang berdiri di atas tanah bengkok milik Samijan, 40, kamituwo Dukuh Ngerong, Desa Dadi, kecamatan Plaosan, dibongkar paksa warga kemarin (19/12). Berbekal peralatan sederhana seperti linggis, palu dan beberapa peralatan laiannya, ratusan warga merobohkan warung di pinggir jalan raya Plaosan – Sarangan itu hingga nyaris rata dengan tanah.

Menurut Endang, salah seorang warga, warung yang berdiri sejak tiga tahun silam tersebut semula diketahui hanya menjual kopi layaknya warung biasa. “Tapi lama-lama kok beralih fungsi menjadi ajang esek-esek,” kata Endang.

Anna, warga lainnya, menambahan bahwa warga telah berulang kali mengirim bau Samijan agar segera menutup Praktik mesum tersebut. “Karena keinginan warga tak dipenuhi dan praktik esek-esek masih dilanjutkan, akhirnya kami (warga, Red) sepakat membongkar warung itu,” ujarnya.

Kegeraman yang sudah memuncak membuat warga siang kemarin ramai-ramai merobohkan warung itu. Barang darangan yang ada di dalam warung di keluarkan, termasuk etalase. Sejumlah rokok serta barang dagangan lainnya di kumpulkan dan diserahkan ke pemiliknya. “Jangan sampai ada yang mengambil satu pun barang-barang ini,” teriak seorang warga ikut pembongkaran.

Peristiwa pembongkaran warung berukuran 4×6 meter tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalur itu tersendat. Pasalnya, banyak warga berkumpul dan menyita perhatian pengguna jalan yang melintas di jalur menuju kawasan wisata Telaga Sarangan itu.

Sementara, Samijan membantah jika warung nya jadi ajang mesum. Dia berilah hanya menyediakan wedang kopi. “Saya tidak mungkin membuat warung esek-esek ini hanya fitnah. Tapi saya terpaksa manut saja, dari pada warga marah dan hubungan saya dengan warga tidak baik,” kata Samijan.

Kapolsek Plaosan AKP Setyo Wiyono yang sadari awal menyiagakan petugas menyatakan pihaknya telah mengimbau warga supaya aksi kemarin tak dilakukan dengan anarkis. Dan, upaya mempertemukan warga dengan pemilik warung pun terwujud. “Ini memang kehendak warga. Karena memang di sinyalir menjadi ajang mesum dan dibangun di atas tanah bengkok,” ungkap kapolsek. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: