Terjadi Kesepakatan, Urung Dibakar

WARGA Dukuh Ngerong tampaknya benar-benar sudah habis kesabarannya mengetahui warung kamituwonya disinyalir jadi lokasi praktik esek-esek. Informasi yang dihimpun, aksi yang di lakukan sekitar pukul 10.00 kemarin (19/12) bukan merupakan tindakan dadakan. “Malam harinya (Minggu (18/12) malam, Red) sekitar pukul 20.00, warga justru berencana membakar warung tersebut,” kata Sukoco, warga setempat.

Sukoco menuturkan, hampir semua warga mengetahui jika warung milik Kamituwo itu sering dijadikan ajang minum-minuman keras dan transaksi mesum. “Dengan kondisi ini, tentu kami resah. Sudah pemiliknya jarang berbaur dengan kami, kok malah mencemari lingkungan dengan warung mesum ini,” ujarnya.

Namun, rencana membakar warung tersebut urung dilakukan warga. Itu setelah ada kesepakatan untuk mediasi antara warga dengan pemilik warung kemarin pagi. Pertemuan di balai Desa Dadi sekitar pukul 09.30 kemarin berbuah perjanjian tertulis.

Dalam perjanjian itu, terjadi kesepakatan antara Samijan selaku pemilik warung dengan Suwono, perwakilan warga. Disepakati kedua pihak siap merobohkan warung di atas tanah bengkok tersebut. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: