Pinjaman Modal Bergulir Selamatkan Usaha Kecil

MAGETAN-  Alokasi anggaran melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan (MP) membawa angin segar bagi masyarakat. Utamanya bagi pelaku usaha kecil di tingkat desa/kelurahan. Salah satu program PNPM MP untuk pengusaha kecil adalah simpan pinjam bergulir. “Selain konsentrasi di tataran fisik, kami juga berupaya menyentuh sektor ekonomi kemasyarakatan. Medianya melalui pengalokasian modal bagi pelaku usaha ini,” kata Hendro Kunto Asmoro Koordinator PNPM-MP Magetan, kemarin (15/12).

Simpan pinjam bergulir di realisasikan dalam bentuk pinjaman modal berupa fresh money. Prosedur pemberian modal usaha tersebut di koordinir Unit Pelayanan Keuangan (UPK) yang berada di kecamatan. Anggaran di distribusikan ke masing-masing kegiatan swadaya masyarakat (KSM) di beberapa desa. “KSM tersebut beberapa anggotanaya adalah penerima bantuan modal tersebut,” jelasnya.

Program simpan pinjam bergulir tersebut kini sudah dapat di rasakan manfaatnya oleh penerima bantuan modal. Seperti yang di ungkapkan oleh Munirah, Ketua KSM Putri Gunung, Desa RinginAgung Kecamatan Magetan. Menurut dia, pada tahun pertama lima anggotanya mendapat bantuan modal Rp 500 ribu. Tahun kedua, bantuan modal meningkat menjadi Rp 750 ribu. “Modal tersebut kami kumpulkan dan di manfaatkan bersama untuk pembuatan caping setengah jadi, “ ungkapnya.

Pola pemberian bantuan modal tersebut, lanjutnya, mampu meretas akar permasalahan dalam pengembangan usaha kecil. Prosedur dan syarat-syarat mendapatkan pinjaman modal tidak njlimet seperti bantuan modal dari lembaga keuangan lainnya. “Selain angsurannya ringan juga tidak ada potongan. Prosesnya juga mudah, kata Munirah.

Sementara itu, Iwan Rahmat Dwi Kurniawan, Ketua UPK Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Desa RinginAgung mengaku jika apresiasi masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Terbukti, dari satu Desa RinginAgung saja terdapat 36 kelompok KSM penerima bantuan modal. Dengan jumlah pinjaman yang jumlahnya variatif yaitu berkisar antara Rp 500-750 ribu per penerima.’

‘Mudah-mudahan nilai pinjaman bisa lebih meningkat. Artinya, semakin tinggi nominalnya, tentu pemanfaatan dan untungnya juga bisa lebih meningkat,” ujarnya. (nng/wka/bar)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: