Stel Kenceng Komisi D disoal

Terkait Sorotan pada Proyek DPID

MAGETAN – Realisasi proyek dari dana percepatan infrastruktur daerah (DPID) di Magetan terus menjadi sorotan komisi D DPRD setempat. Selain sistemnya yang ditengarai tidak menggunakan tenderisasi, realisasi pengerjaannya juga terkesan amburadul.

Meski begitu, sejumlah pihak mempertanyakan sikap dewan yang cenderung stel kenceng dalam menyoroti proyek yang menelan bujet hingga hampir Rp 100 miliar tersebut. “Proses realisasi DPID itu sedari awal kan penuh perdebatan. Tentu kami patut mempertanyakan sikap dewan yang terkesan over intensif mengawasi proyek itu. Apalagi, di Magetan juga masih banyak proyek dari anggaran lain yang di garap,” kata Direktur Pelaksana LSM Magetan Center Beni Ardy kemarin (8/12).

Beni juga mempertanyakan proses sidak atau pantauan lapangan oleh komisi D selama ini terkesan slintutan. Pasalnya, lanjut dia, tidak ada pihak luar yang dilibatkan. “Memang komunikasi pra sidak dilontarkan kepada kami. Tetapi kenyataannya ketika sidak dijalankan, kami seolah ditilap,”ujarnya.

Kritik serupa dilontarkan Joko Purnomo, ketua Dewan Presidium LSM Bangun Masyarakat Sejahtera (BMS). Menurutnya, jika memang fair dalam proses pengawasan proyek demi kepentingan masyarakat, dewan tak perlu takut melibatkan pihak luar.

“Sikap dewan seperti membabi buta dan hanya mengawasi dari sektor DPID ini tentunya menimbulkan kecurigaan. Yang jelas, jangan sampai ada yang mencoba mengail di air keruh dengan kondisi proyek tersebut,”tegasnya.

Kalangan komisi D DPRD Magetan saat ini tengan getol-getolnya memelototi sejumlah realisasi proyek DPID. Mereka menegaskan jika semua itu merupakan hal yang memang penting dilakukan. “Yang jelas, semua ini merupakan upaya kami sebagai fungsi pengawasan atas mandat dari rakyat. Dan tentunya masih banyak sejumlah titik yang akan kami awasi,” ungkap Suwarno, anggota komisi D DPRD.

Anggota dewan yang juga mantan Kades Sempol, Kecamatan Maospati, ini menyatakan semua laporan akan disusun dan dilaporkan kepada bupati.”Dan semua pendapat dari hasil pengamatan kami, tetap disesuaikan dengan aturan yang ada. Apalagi, temuan awal kami masalah pelebaran jalan dan gorong-gorong juga sudah kami lakukan hearing dengan DPU. Tinggal kami selesaikan secara bersama secara fair,” kata Suwarno. (wka/isd)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: