PROYEK DISTOP

MAGETAN –  Diduga mencaplok lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), proyek pelebaran Jalan Raya Maospati-Barat di sisi timur dihentikan. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum Binamarga dan cipta karya belum mengantongi izin penggunaan lahan bekas rel kertea api yang akan difungsikan sebagai jalan tersebut. “Selama belum ada izin, agar dihentikan proyek tersebut sampai suratnya turun,” kata Sugiarto Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional VII, Madiun, kemarin (4/12).

Dijelaskan untuk menggunakan lahan itu, Dinas PU harus mengantongi izin dari direksi PT KAI di Bandung dan juga jawaban dari Kementrian BUMN. Surat itu sebagai dasar untuk pelebaran jalan tersebut.

Sebulan lalu, DPU telah berkirim surat pengajuan penggunaan lahan itu ke kantornya. Namun, pihaknya juga menganjurkan agar DPU juga membuat surat serupa yang ditunjukkan ke direksi PT KAI dan juga kementrian BUMN. “Lama tidaknya, saya kurang tahu. Karena itu tanah KAI harus ada surat pengajuannya untuk menggunakan lahan ini,” tambahnya.

Selain itu, PT KAI juga meminta rekanan yang mengerjakan proyek tersebut untuk mengembalikan rel seperti posisi semula. Karena sudah ada lahan sekitar 200 meter yang sudah terlanjur dibongkar. Ini mengacu pada peraturan yang ada di PT KAI jika lahannya digunakan untuk kepentingan umum. “Kalau toh nanti disetujui, rel itu tetap ada pada posisi semula, dan tidak berubah. Seperti yang terjadi di Te’an Kota Madiun, rel itu dipendam,” tambahnya.

Sementara Bambang Setiawan, Kepala DPU Magetan belum berhasil dikonfirmasi. Namun, Saif Mukhlisun, Kabag Humas Pemkab Magetan dikonfirmasi menuturkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT KAI terkait surat izin itu. Karena hubungannya antara pemerintah dia menyabut tidak akan mendapat kendala berarti. “Itu (Surat Izin) sudah kami koordinasikan, sedangkan terkait teknisnya kewenangan PU,” terangnya.

Menurutnya, pemkab selama ini memandang jika jalan Raya Maospati-Barat terlalu padat, sehingga memerlukan langkah cepat untuk mengurai hal itu. Dia menyebutkan, untuk mengatasi volume kendaraan yang melintas dijalur itu, hanya dengan cara pelebaran jalan. “Sebenarnya kita agak terlambat, karena jalan ini sudah begitu padat. Dan ini kami lakukan untuk pelayanan masyarakat,” tandasnya. (pra/eba)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: