Proyek Gorong-gorong Amburadul

Komisi D Desak Bongkar Total

MAGETAN – Proyek pemasangan Gorong-gorong di kawasan Tebon-Teguhan dengan bujet dana percepatan infrastruktur daerah (DPID) amburadul. Itulah penilaian Komisi D DPRD Magetan dari hasil sidak Rabu sore (30/11).

Sekretaris Komisi D Kusdi mengungkapkan bahwa beberapa item pengerjaan proyek gorong-gorong tersebut tidak sesuai dengan ‘teori’.”Terutama pemasangan gorong-gorong yang seharusnya dipasang cincin penuh, tapi hanya sepertiganya. Itu (cincin) hanya ditempel diatas saja,”kata Kusdi, kemarin (1/12).

Selain itu, lanjut dia, dasar gorong-gorong tak dilapisi pasir. Atas temuan ini, pihaknya menuding rekanan sudah melakukan penyimpangan cukup serius dalam pekerjaan proyek di kecamatan Barat tersebut.

“Kondisi gorong-gorong yang tanpa pelapis tersebut bisa berakibat fatal. Tanpa ada landasan, tentu posisi penahan sangat lemah dan berpotensi ambles. Kalau sudah terjadi musibah, apa mau saling menyalahkan?” imbuh Priyo Suwarsono, anggota komisi D lainnya.

Karena itu, pihaknya mendesak gorong-gorong tersebut di bongkar total.” Ya harus dibongkar total. Dan tentunya memakan waktu lama. Karena itu sangat fatal,” tegas Nano-panggilan akrab Priyo Suwarsono.

Menurut dia, amburadulnya pembangunan proyek gorong-gorong itu tak lepas dinas pekerjaan umum (DPU).”Tentunya ada permasalahan yang harus diurai. Utamanya pengawasan DPU sendiri. Sudah tahu ada proyek bermasalah, pengawasannya justru terkesan lemah syahwat. Ada apa ini? Kinerja DPU kok asal-asalan,” kata Anton Pratikno, anggota komisi D lainnya yang juga turun sidak ke lapangan.

Sementara itu, pihaknya DPU Magetan membenarkan adanya item pengerjaan proyek gorong-gorong yang kurang pas. “Memang kami sudah mengetahui, dan rekanan juga sudah kami panggil,” tutur Kepala DPU magetan Bambang Setiawan.

Rencananya, kata dia, kekurangan alokasi tersebut akan dialihkan pada pekerjaan tambah kurang atau change contract order (CCO). “Yang  jelas kekurangan itu bisa dialokasikan kembali pada kebutuhan lainnya dalam pembangunan tersebut. Bisa memperpanjang saluran atau pekerjaan pembuatan tiang telepon misalnya,” ucapnya.

Terkait kekuatan gorong-gorong Bambang terkesan menanggapi dingin. “itu kan hanya untuk saluran air. Kalau sebatas resapan air hujan saja yang masuk dari bawah landasan, tidak masalah. Dan penguatan cincin memang diatasnya karena supaya tidak kemasukan tanah,”ujarnya.

Sementara, mengenai kemunginan molornya proyek, Bambang menegaskan bahwa pihaknya siap memberlakukan sistem denda. “Kalau molornya ya tetap didenda,” tegasnya. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: