Lelang Buku Dituding Tidak Fair

MAGETAN-Pengadaan buku perpustakaan SD/SDLB tahun 2011 di Magetan di sorot . Itu karena proses lelang proyek yang di lakukan unit layanan pengadaan (ULP) pemkab  setempatditengari tidak fair . Indikesinya muncul sanggahan dari rekan pasca pengumuman pemenang lelang dengan nilai paket Rp 9,3 miliar itu .

Awalnya , pengadaan buku ini dimenangkan CV Buku Karya Mandiri dengan nilai penawaran Rp 8,8 miliar. Data dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), ada 68 rekanan yang menjadi peserta lelang. setelah pembukaan dokumen penawaran oleh panitia lelang, hanya empat rekanan yang dinilai memenuhi syarat.

Empat rekanan itu adalah : PT  Temperina Media Grafik dengan penawaran Rp 8,4 miliar dari pagu, CV Surya Inyi Semesta (Rp 8,7 miliar), CV Budi Karya Mandiri (Rp 8,8 miliar), dan CV Eka Jaya (Rp 8,9 miliar). ” Yang menang Budi Karya. Meski sebenernya Inti Semesta dan Temperina memiliki penawaran lebih rendah,” kata salah seorang rekan peserta lelang kemarin (25/11)]

Dalam perkembangannya , Temprina mengajukan sanggahan kepada ULP pemkab . Sebab, nilai penawarannya terendah dan dalam pengumuman pembukaan dokumen oleh panitia lelang dianggap memenuhi syarat.

Yang dipertanyakan Temprina di antaranya dasar pemilihan dan penentuan judul buku karena dianggap tidak memenuhi permediknas Nomor 18 Tahun 2010. Selain itu, tiding copy paste dari daerah lain seputar penentuan jumlah daftar kebutuhan buku per mata pelajaran, serta beberapa materi sanggah lain.

Dalam jawaban sanggahan, ketua panitia ULP unit III pemkab Magetan Elmy Kurniarto memgatakan bahwa pihaknya berpedoman pada permendiknas Nomor 18 Tahun 2010 ketika menentukan jumlah judul buku mata pelajaran.

“Pejabat pembuat komitmen (PPK) sesuai kewenangannya dibantu tim teknis dalam memilih dan menentukan jumlah buku tiap mata pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan magetam ,” sanggah EImy.

Menurutnya, tim teknis dan PPK juga memanfaatkan berbagai sumber informasi termasuk katalog dan brosur harga buku yang masuk sebelumnya sebagai dasar melakukan perhitungan atau penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) dan spesifikasi teknis. “Dengan penjelasan-penjelasan tersebut, sanggahan kami tolak,” tulis Elmy di jawaban sanggahan.

Di bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Magetan Bambang Trianto menyatakan saat ini tahapan pengadaan buku perpustakaan SD / SDLB tahun 2011 masih di ranah ULP Pemkab, karena informasinya ada rekanan yang melakukan sanggahan atas proyek senilai Rp. 9,3 miliar tersebut.

“Kami (Dindik,Red) ini pengguna anggaran. Soal tahapan pelelangan kewenangan ada pada ULP. Dinas tidak berhak intervensi. Tapoi, kami yakin kalau ULP bekerja secara fair. Karena peraturan lelang juga sudah jelas, ” ujar Bambang.

Masalah lelang pengadaan buku perpustakaan SD/SDLB ini juga sampai ke telinga Direktur Pelaksana LSM Magetan Center Beni Ardi. Dia tidak ingin pelajar setempat di rugikan akibat adanya ribut-ribut ini.

“Kasihan pelajar. Padahal, mereka sangat membutuhkan buku pelajaran yang berkualitas, ” katanya. “Kepentingan-kepentingan dalam proyek pengadaan buku ini jangan sampai mengorbankan anak didik,” imbuhnya. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: