Usai Imunisasi, Balita Lumpuh

MAGETAN – Malang menimpa Arlen Dwi Anggara. Balita berusia 2 tahun 7 bulan itu mengalami kelumpuhan usai mendapatkan imunisasi campak dan polio. Diduga, balita asal Dusun Gandu, Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, itu terkena sindrom infeksi pasca imunisasi (IPI).Anak penjual mie ayam itu juga mengalami kesulitan bicara.

Menurut Sutiyem, ibu Arlen, pada 18 Oktober lalu dirinya datang ke Puskesmas Plaosan untuk mengimunisasikan Arlen. Kebetulan, Saat itu pemerintah tengah menggelar program pekan Imunisasi Nasional (PIN).”Saya tidak ingin melewatkan kesempatan itu,”kata Sutiyem.

Di puskesmas itu,lanjut Sutiyem, Arlen mendapat satu tetesan imunisasi polio dan satu kali suntikan imunisasi campak pada lengan kirinya. Sehari berselang, Sutiyem mendapati anaknya mulai susah berdiri. Namun, saat itu dia belum sadar jika buah hatinya itu mengalami penurunan kondisi tubuh.

Pada senin (21/11) lalu, dia membawa anak keduanya itu ke bidan desa.”Kata bu bidan, anak saya sudah lumpuh. Akhirnya langsung saya bawa ke Puskesmas Panekan. Sebelumnya, saya sempat membawa anak saya ke dukun pijat,”ungkap Sutiyem.

Dipuskesmas itu, dari hasil rekam medis diketahui jika Arlen mengalami kemunduran kesehatan. Bobotnya turun separo, dari 12 menjadi enam kilogram. Sementara, tulang-tulang kaki dan tangannya tak bisa difungsikan. Saat diajak interaksi pun bocah itu tak mampu.

“Padahal, sebelum Arlen sudah bisa lari, bermain, dan selalu ceria. Kini senyum anak saya itu tidak pernah tampak lagi. Badannya terlihat lemah dan tidak bisa diajak bicara,”kata Sutiyem pilu. “Melihat anak saya yang tak berdaya di puskesmas, saya meminta untuk dirujuk ke rumah sakit,”imbuh sakum, ayah Arlen.

Akhirnya dengan bantuan Puskesmas Panekan, pagi kemarin Arlen dirujuk ke RSUD dr Sayidiman Magetan. Di badan layanan umum daerah (BLUD) itu, Arlen mendapat tindakan awal medis di poli anak sebelum akhirnya diĀ  inapkan di ruang Irna IV.”Saya ingin ada tanggung jawab dari Pemerintah. Kalau memang anak saya ini sakit karena imunisasi, kami sangat membutuhkan biaya untuk rawat inap dan pengobatannya,”harap Sakum.(wka/isd)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: