Kering Lebih Lama

MAGETAN- Aktivitas perajin gerabah tanah liat di Desa Garon, Kawedanan, tersendat. Pasalnya, curah hujan yang tinggi menyebabkan proses pengeringan membutuhkan waktu lebih lama.”biasanya dua hari sudah kering dan langsung dibakar. Tapi kalau cuaca seperti ini butuh waktu minimal seminggu,” Kata Lanjar, salah seorang perajin, kemarin (18/11)

Kondisi itu berbeda dengan saat cuaca panas. Dalam seminggu Lanjar bisa menghabiskan tanah liat satu truk engkel untuk produksi. Sedangkan saat ini tanah liat satu truk engkel baru habis dalam sebulan. “Terkadang sehari saya bikin satu wajan saja. Wajan ini untuk menggoreng biji kopi atau kacang,” ungkapnya.

Keadaan makin sulit lantaran harga gerabah saat ini tak naik, meski proses produksi lebih menyita enerji.”Harga jual masih terap Rp 5 ribu untuk satu wajan. Sedangkan saati ini saya tidak bisa buat banyak. Dan harga harga tanah liatnya juga terus naik,” kata perempuan yang sudah 30 tahun mengasi rezeki dari kerajinan gerabah ini.

Kawasan Desa Garon, Kawedanan, sendiri merupakan salah satu sentra gerabah di Magetan. Hampir seluruh warga desa tersebut melakoni aktivitas sebagai perajin gerabah. ” Hasil kerajinan ini biasanya diambil pedagang. Ada yang dari Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Madiun,” Ungkap gimun, perajin lainnya. (wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: