PDAM ‘Ditodong’ Puluhan Juta

Terkait Reklasifikasi Tarif Air

MAGETAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Magetan disinyalir dijadikan ‘mesin ATM’ oleh oknum anggota Dewan. Rumor itu beredar, oknum anggota DPRD ‘menodong’ menodong Rp 75 juta ke PDAM untuk memperlancar sidang Paripurna LPj Bupati Magetan terkait reklasifikasi tarif air. Pasalnya, saat disidangkan sering kali tak kuorum lantaran banyak legislator yang mangkir.

Ketua DPD PAN Magetan H Sutikno mengaku sudah mendengar seputar kabar miring tersebut. “Sangat kami sayangkan. Ya (rumor yang beredar) nilainya Rp 75 juta itu. Tapi sesuai prosedur,kami tentu menunggu adanya pengaduan. Termasuk membahasnya di DPD dan MPP’, kata Sutikno, kemarin (15/11).

Ada berbagai versi yang diterima Sutikno bersama jajaran Pengurus PAN lainnya terkait dugaan adanya aliran dana tersebut. Mulai dalih pinjam uang untuk pembuatan gapura, hingga isu suap untuk memuluskan reklasifikasi tarif air yang sering kali tidak bisa kuorum saat dirapatkan legislatif.”Yang jelas, dari partai kami tidak pernah menugaskan atau ada aturan yang meminta uang kepada instansi lain,”tegasnya.

Ketua Fraksi PAN Nahar Ali Mukni, juga merasa geram mendengar kabar miring itu. Menurutnya,oknum tersebut sebenarnya cukup tertib administrasi. Namun, tak pernah menampakkan batang hidung nya dibeberapa agenda rapat dewan. Baik tataran pansus, paripurna maupun sebatas pandangan umum.

“Kalau absen sebagian memang ada, tapi lantas menghilang. Padahal paripurna itu tidak hanya tertib administrasi tetapi juga fisik. Bahkan oknum tersebut saat ini juga jarang ke kantor dan komisi,”terang Nahar.

Ketua DPRD Magetan Joko Suyono juga angkat bicara. Dia pun menyayangkan jika aliran dana hingga puluhan juta ibu benar-benar ada. “Sebagai lembaga resmi, tentu ada etika dan aturannya. Terkait permasalahan ini kami akan memberikan ruang bagi BK untuk mengonfrontasi. Kalau ada bukti, tentu ada sanksi dan sikap dari kami,”tegas Joko.

Di bagian lain, Direktur Utama PDAM Sofyan terkesan berhati-hati saat dimintai komentar seputar adanya rumor tersebut.”Berbicara secara institusi,tidak ada aliran dana dari PDAM hingga sebesar Rp 75 juta tersebut. Tetapi secara pribadi, kami memiliki hak untuk tidak berkomentar,”ungkap Sofyan.

“Apa yang kami lakukan selama ini menggunakan APBD, dan ada pertanggungjawabannya. Setiap tahun bahkan diaudit BPKP dan ada bukti fisiknya. Kalau ada aliran dana itu, tentu pasti ketahuan,” imbuhnya.(wka/isd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: