Pasien Jamkesmas Ditolak Masuk RSUD

Feri saat tergolek lemas di Puskesmas PanekanMAGETAN- Insiden buruk dalam dunia kesehatan Magetan pengguna jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). Pagi kemarin (7/11), Feri Frdiansyah, 14, bocah asal Desa Cepoko Kecamatan Panekan, harus gigit jari saat akan masuk RSUD dr Sayidiman Magetan. Pelajar kelas VIII SMPN 1 Panekan yang tengarai mengidap penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini ditolak pihak RSUD hingga akhirnya terpaksa tergeletak tak berdaya diruang rawat inap Puskesmas Panekan. Sukari, ibu feri menuturkan, sebelumnya pada kamis (3/11) lalu, anaknya sempat dirawat selama 3 hari di RSUD dr sayidiman. Namun, padasabut(5/11) lalu, dia terpaksa memboyong anaknya kembali kerumah. Itu lantaran dia tak kuat menanggung beban biaya yang dirinci rumah sakit milik Pemkab Magetan itu. Apalagi, kata dia, selama tiga hari itu, anaknya sudah diberi infus lima botol dalam sehari. ” Saya hanya punya jamkesmas. Dan jatah jamkesmas katanya hanya tiga botol infus sehari. akhirnya saya terpaksa meminta dipulangkan. Selain itu, anak saya yang dirumah juga ikutan sakit, ” kata sukarni. Sayangnya, dua hari selama berada dirumah, Feri kembali mengerang kesakitan. Mengeluh pusing, panas dan hidung keluar darah. “akhirnya hari ini saya kerumah sakit lagi. Tapi dari rumah sakit, saya diminta ke puskesmas saja. Padahal saya ingin anak saya dirawat di rumah sakit, meski hanya bermodal jamkesmas, ” pilunya. Meski dengan berat hati, sukarni terpaksa memboyong anaknya dari RSUD dr sayidiman Magetan ke Puskesmas Panekan. Di Pusat Kesehatan kelas Kecamatan itu, Feri mendapat pertolongan darurat. ” Hasil uji laboratorium, kondisi secara umum cukup baik. Tapi trombositnya turun. Dugaan kuat ini memang gejala DBD, apalagi kondisi pasien juga lemas dan mimisan, ” terangnya Kepala Puskesmas Panekan dr Nurhayati Triasih. Direktur RSUD dr Sayidiman Magetan, Ehud Allawy mengaku jika insiden tersebut mengarah kepada miskomunikasi. Pihaknya memastikan jika manajemen rumah sakit dibawah kendalinya tidak mungkin menolak pasien jamkesmas. ” Saya percaya pada seluruh personel di rumah sakit ini. Tidak mungkin ada yang berani menolak pasien jamkesmas. Pastinya ini ada sesuatu. Saya coba cek kembali,” kata Ehud. (wka/eba)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: