Terlalu, Jimpitan untuk Judi

NGARIBOYO -Ulah empat warga Dusun Alastuwo, Desa Balegondo, kecamatan Ngariboyo, ini sudah tak pantas di tiru. Diberi kepercayaan mereka meronda, malah disalahgunakan dengan menggelar judi remi di  pos ronda setempat. Celakanya, uang untuk kalangan main itu, diduga berasal dari uang jimpitan yang diambil dari rumah-rumah warga.

Keempat tersangka yang kemarin mendekam di balik jeruji besi Polres Magetan itu adalah Suwandi, 44; Duriyat, 68; Diran, 62; dan Misranto, 31. Seluruhnya di amankan aparat Sat Reskrim Polres Magetan saat asyik main remi pada Jumat (27/1) lalu. “Kalau dilihat dari peta geografisnya, Alastuwo itu kan tergolong pedalaman. Tapi aparat kami berhasil meringkus setelah ada laporan warga setempat,” kata Kapolres Magetan AKBP Agus Santosa dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas AKP Puryanto, kemarin (31/1) Baca lebih lanjut

DPU Magetan Bantah Lalai

PASCA Kecelakaan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) langsung memasang tanda pengaman jalan di sekitar lokasi kejadian. “Sebenarnya kami sudah merencanakan pemasangan beberapa jenis rambu-rambu di sekitar twin road ini. Tapi belum selesai pemasangan, sudah memakan korban. jadi bukan semata-mata kami pasang rambu itu setelah ada korban,” kata Hartoni, kepala wilayah II bidang jalan dan Jembatan DPU Magetan, kemarin (31/1)

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan DPU Magetan Sutikno menyangkal jika kecelakaan itu lantaran kelalaian pihaknya seputar penerangan dan rambu-rambu. Baca lebih lanjut

Empat Jam, Dua Mobil Hantam Median

SUKOMORO- Belum genap sebulan rampung dibangun, twin road di Desa Bulu, Kecamatan Sukomoro, sudah memakan korban. Senin (30/1) malam dan dini hari kemarin (31/1), dua kecelakaan sekaligus terjadi di jalur itu. Kedua kendaraan sama-sama menghantam median jlan yang minim penerangan dan rambu-rambu.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 20.30. Sebuah mobil Daihatsu Zebra nopol AE 1109 MA yang dikemudikan Usman Bin Sef, 46, warga Jalan Salak, Magetan, melaju dari arah Maospati dengan kecepatan sedang. Di tengah kondisi jalanan becek lantaran gerimis tiba-tiba kendaraan menabrak median.

Baca lebih lanjut

Wow, Kendaraan Mangkrak Capai Ratusan

Tiap Tahun Tetap Bayar Pajak

MAGETAN – Aset Pemkab Magetan ternyata tak hanya tiga ambulans RSUD dr Sayidiman. Di beberapa instansi lain juga ditemukan inventaris yang kondisinya mirip barang rongsokan. Di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga berencana (BPPKB), misalnya, terdapat ratusan sepeda motor yang mangkrak. Sebagian masih bisa digunakan, namun kondisinya sudah tak layak pakai.

Informasi yang dihimpun, motor inventaris butut milik BPPKB totalnya mencapai 180 unit. Motor bermesin pembakaran dua tak 100 cc itu terdiri Yamaha Alfa buatan tahun 1990 dan Suzuki RC Bravo keluaran 2000. Lantaran kondisinya sudah tak layak pakai, kadang peruntukannya tak sesuai dengan tugas kerja.

Baca lebih lanjut

Pendirian Minimarket Bakal Di-zonasi

Digodok, Perda Penataan Pasar

MAGETAN – Pasar tradisional bisa jadi makin ditinggalkan konsumen. Itu tak pelas dari kondisi pasar yang becek dan kumuh. Belum lagi pasar modern tumbuh bak jamur dimusim hujan dan kadang lokasinya tak jauh dari pasar tradisional.

Pasar sayur penampungan, misalnya. Tidak jauh dari pintu selatan pasar berdiri minimarket modern. “Banyak¬† pembeli yang memilih minimarket dengan alasan lebih bersih. Sementara kami juga tak mungkin bisa berbuat banyak dengan kondisi pasar seperti ini (kumuh, Red),” keluh Sukinem, salah seorang pedangang, kemarin (30/1)

Pedagang pracangan asal Desa Terung, Kecamatan Panekan, ini juga heran dengan sikap Pemkab Magetan yang mendirikan izin pendirian minimarket yang tak jauh dari pasar tradisional itu. “Tentu konsumen lebih memilih minimarket ketimbang pasar ini,” kata Sukinem. Baca lebih lanjut

“Harus Berinovasi dan Improvisasi”

MAGETAN – Pembangunan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) menuntut efisiensi penggunaan jam terbang. Apalagi, kini ada pembatasan BBM, Hal itu diungkapkan Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Ismono Wijayanto saat membuka Rekernis Koopsau II di Lanud Iswahjudi, kemarin (30/1).

Menurut pangkoopsau II, efisiensi penggunaan jam terbang di prioritaskan pada “kepentingan operasi” dan maintaining skill para awak pesawat. “Oleh karena itu, para komandan satuan jajaran, terutama yang ada skadron udaranya, harus berinovasi dan berimprovisasi untuk mengambil langkah konkret,” tuturnya.

Dengan langkah konkret itu diharapkan keterbatasan alokasi jam terbang tidak mempengaruhi kemampuan awak pesawat dan misi penerbangan tak terganggu. “Tetap terlaksana dengan lancar, aman dan selamat, serta tercapainya zero accident,” ungkapnya. Baca lebih lanjut

Jagung Rusak, Rugi Jutaan

PANEKAN- Angin ribut yang melanda sejumlah kawasan Magetan pekan lalu, terus menuai dampak. Kali ini, giliran petani jagung di Kelurahan/Kecamatan Panekan, Magetan yang harus ‘buntung’ pasalnya, belasan hektare lahan di wilayah itu rusak parah diterjang angin ribut. Lahan jagung milik Gumbrek, salah satu yang terparah. Tanaman jagung usia 90 hari milik warga RT 07/ RW 01 Panekan itu roboh dan daunnya patah. “Sudah tidak ada harapan lagi untuk panen. Padahal kalau dari hitung-hitungan, 15 hari lagi bisa panen,” kata Gumbrek, kemarin (30/1).

Dia menuturkan, kejadian itu merupakan kali pertama sejak selama ini. Angin ribut pekan lalu diakuinya cukup dahsyat. “Biasanya hasil panen bisa mencapai lebih dari empat ton. Tapi saat ini satu ton saja mungkin susah. Karena pohon yang ambruk ini berat buahnya pesti menyusut,” terangnya.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: